Oleh: Jonru Ginting, Direktur www.dapurbuku.com
MISALKAN ada orang bernama A yang mengata-ngatai si B, “Dasar monyet
lu!” Dan si A sama sekali tidak menyesali perbuatan buruknya itu.
Lalu suatu hari, A ketemu C, dan si C ini pun mengata-ngatai A, “Dasar monyet jelek lu! Najis gue!”
Jika A adalah tipe manusia pecundang, maka yang dia lakukan adalah
marah. Dia sibuk menyalahkan C, bahkan membalas perbuatan C dengan cara
yang lebih menyakitkan.
Namun jika A adalah tipe manusia pemenang, yang dia lakukan adalah BERSABAR. Setelah itu dia INTROPEKSI DIRI.
“Kenapa ada orang yang menghinaku seperti itu? Apakah aku punya
kesalahan serupa di masa lalu, dan kini kesalahan itu berbalik padaku?
“Oh ya, aku ingat. Dulu aku pernah mengatai B monyet. Mungkin
perbuatan C merupakan cara Allah untuk menegurku, agar aku tidak
mengulangi lagi perbuatan tersebut.”
Lalu A istighfar, meminta ampun pada Allah. Dia pun tak lupa mendatangi B untuk meminta maaf.
* * *
Apakah kita tipe manusia pemenang atau pecundang? Semua tergantung
keputusan kita sendiri. Mau bersikap seperti apa di saat mengalami
cobaan hidup.
Yang jelas, semua perbuatan yang kita lakukan, apakah itu perbuatan
baik atau buruk, suatu saat nanti (cepat atau lambat) akan berbalik
kepada kita. []
Jumat, 30 Januari 2015
Filled Under:
Pemenang Sibuk Intropeksi Diri, Pecundang Sibuk Menyalahkan Orang Lain -'
Posted By:
Unknown
on 13.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar