ALLAH SWT telah memberikan banyak karunia kepada kita. Segala apa
yang kita butuhkan telah Allah sampaikan pada kita. Hanya saja, kita
cenderung tidak merasa puas akan hal itu. Kita terus mencari hal-hal
lain yang menjadikan diri kita lupa pada Sang Pemberi Nikmat.
Kini kebanyakan orang cenderung mencari kenikmatan dunia. Misalnya
saja uang, yang kini dianggap sebagai barang yang paling berharga.
Hingga, banyak orang rela main sikut demi mendapatkan lembaran kertas
bertuliskan angka nominal. Walau itu harus menyakiti saudaranya sendiri.
Keadaan yang seperti inilah yang paling ditakuti. Orang-orang mulai
lupa dengan kehidupan yang akan ditempatinya nanti. Mereka lupa bahwa
hidup di dunia ini hanyalah sementara. Bahkan mereka lupa kepada Sang
Pencipta yang telah mengirimkannya ke dunia.
Hidup di dunia ini bagaikan seorang tamu. Anda tahu bagaimana
tatakrama bertamu bukan? Ya, bertamu itu telah ditentukan berapa
lamanya. Begitu pula dengan hidup kita. Allah SWT telah menentukan
berapa lama kita hidup di bumi ini. Dan ketika saatnya tiba untuk kita
meninggalkan bumi dan kembali kepada-Nya, kita tak bisa meminta
penangguhan waktu. Kita tak bisa memajukan apalagi memundurkan waktu.
Apabila telah tiba waktunya, ya saat itu pulalah malaikat Ijrail datang
dan mencabut nyawa kita.
Sebelum ajal menjemput, maka kita harus banyak bersyukur kepada Allah
SWT. Karena apa? Telah banyak yang Dia berikan untuk kita selama di
dunia ini. Bahkan ada hal-hal yang sering kita lupakan mengenai
nikmat-Nya, salah satunya ialah nikmat sehat.
Kita sering lupa bersyukur karena merasa masih banyak hal yang belum
terpenuhi. Padahal Allah SWT telah memenuhi hal yang paling berharga
dalam dirinya, yaitu kesehatan. Coba bila kita bayangkan, apabila Allah
memberikan banyak harta, tapi kesehatan kita memburuk tentu kita merasa
itu tidaklah nikmat. Namun sebaliknya, bila kita diberi materi yang
pas-pasan tapi Allah menganugerahkan kesehatan pada diri kita, tentu
kita tidak akan kesusahan. Karena apa? Kita masih diberikan kekuatan
untuk terus mencari dan menggapai rezeki-Nya.
Jangan terlalu banyak mengeluh atas apa yang belum kita miliki. Boleh
jadi Allah SWT telah menyiapkan sesuatu yang lain, yang paling kita
butuhkan. Dan jangan pulalah kita anggap remeh nikmat kecil yang Allah
berikan pada kita. Karena boleh jadi dari yang kecil itulah kita bisa
menjadi orang yang besar. [rika/islampos]
Rabu, 28 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar