APABILA berada dalam kegelapan, setiap manusia pasti membutuhkan
cahaya. Maka dari itu, manusia di bumi ini menggunakan alat pemancar
cahaya, seperti lampu, lilin, senter dan lainnya. Namun, disetiap rumah
terkadang ada yang terlihat tampak tak bercahaya. Padahal, di rumah
tersebut sudah menggunakan alat penerang bila sedang berada dalam
kegelapan. Tapi, suasana dalam rumah itu terlihat tampak tak berpenghuni
karena suasananya yang kelam.
Rumah seperti itulah yang dimaksud dengan rumah yang tak ada pancaran
nur ilahi dari Allah SWT. Hal ini disebabkan karena penghuni dari rumah
tersebut tidak menyebutkan asma Allah. Untuk itu, perlu bagi kita
hadirkan nur ilahi dari Allah agar suasana di dalam rumah kita tidak
terlihat kelam.
Allah SWT berfirman, “(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah
diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana
bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,” (QS.
an-Nur: 36).
Itulah yang telah Allah sampaikan pada kita agar selalu menghadirkan
cahaya ilahi di dalam rumah kita. Dengan cara membaca al-Qur’an dan
terus berdzikir menyebut nama-Nya maka cahaya ilahi itu akan hadir ke
dalam rumah kita.
Selain itu, cahaya ilahi akan hadir apabila penghuni di dalam rumah
itu senantiasa mengerjakan apa yang telah Allah perintahkan kepadanya.
Seperti halnya melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. Dan senantiasa
takut akan hadirnya hari kiamat.
Allah SWT berfirman, “Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan
dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat dan menunaikan
zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi
guncang (hari kiamat),” (QS. an-Nur: 37).
Hal tersebutlah yang akan mendatangkan pancaran cahaya ilahi. Allah
maha pemberi rezeki kepada yang Dia kehendaki tanpa batas. Maka dari
itu, kita harus terus menyebut asma Allah di dalam rumah atau di mana
pun kita berada. Agar rezeki berupa pancaran cahaya ilahi itu
menghampiri kita supaya keadaan di dalam rumah tenang dan nyaman.
[rika/islampos]
Rabu, 28 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar